Pages

Banner 468 x 60px

 

Rabu, 26 Februari 2014

Kelainan pada Sistem Reproduksi Manusia

0 komentar




A.      KELAINAN PADA SISTEM REPRODUKSI MANUSIA
Kelainan pada sistem reproduksi manusia dapat disebabkab oleh berbagai faktor, yaitu faktor dari luar maupun dari dalam. Yang dari luar misalnya karena masuknya bakteri atau virus. Berikut ini beberapa kelainan yang terjadi pada sistem reproduksi manusia:
1.      Sindrom Premenstrual
Sindrom Premenstrual adalah keadaan dimana terjadi gangguan emosi, lesu, sakit kepala, bengkak pada tungkai, rasa pedih, dan nyeri payudara yang terjadi beberapa hari sebelum menstruasi. Penyebabnya diduga adalah kadar estrogen tinggi, progesterone rendah, gangguan metabolisme karbohidrat, kadar prolaktin tinggi, dan gangguan psikis.

2.      Impotensi
Impotensi adalah ketidakmampuan mempertahankan ereksi penis. Impotensi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain gangguan produksi hormon testosterone, kelainan psikis, penyakit diabetes mellitus, kecanduan alcohol, obat-obatan, dan gangguan sistem saraf.


3.      Amenore
Penyakit ini mengacu pada suatu kondisi di mana seorang individu gagal untuk menstruasi. Ada dua jenis amenorrhea amenore primer dan sekunder. Amenore primer adalah keterlambatan siklus menstruasi abnormal, sedangkan amenore sekunder terjadi pada wanita yang belum mencapai usia premenopause.

4.      Oligomenore
Oligomenore adalah kondisi yang ditandai oleh celah yang berkepanjangan antara dua menstruasi. Biasanya seorang wanita menstruasi setiap 25-30 hari, meskipun dalam oligomenore, perempuan hanya mengalami menstruasi selama 4 sampai 9 kali dalam setahun. Kondisi ini disebabkan karena kekurangan estrogen dan dapat mengakibatkan kemandulan.



5.      Gonorea
Gonorea merupakan penyakit infeksi akut yang menyerang selaput lendir pada uretra, serviks, rectum, sendi, tulang, faring, dan mata. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Gonorea yang ditularkan dari ibu ke anaknya saat kelahiran dapat menyebabkan kebutaan. Bakteri Neisseria mudah bermutasi sehingga resisten terhadap antibiotic. Oleh karena itu, penyakit ini harus segera ditangani. Gejalanya rasa sakit saat buang air kecil dan kelurnya nanah berwarna kuning kehijauan dari uretra.

6.      Endometriosis
Kelainan ini terjadi ketika endometrium yang biasanya di garis rahim tumbuh di tempat lain. Serbuan yang paling umum adalah tuba falopi, jaringan lapisan panggul wanita dan ovarium. Masalah terjadi karena darah biasanya melewati selama menstruasi yang terperangkap dari lapisan pengungsi, dan mengiritasi jaringan sekitarnya.

7.      Prostatis
Prostatis adalah peradangan pada prostat yang sering disertai dengan peradangan uretra. Gejalanya berupa pembengkakan yang dapat menyumbat uretra sehingga timbul rasa nyeri dan sulit buang air kecil.

8.      Sindrom Ovarium polikistik
Sindroma ovarium polikistik (PCOS) mengacu pada kondisi ovarium wanita. Penyakit ini, menyebabkan ovarium membesar dan ditutupi oleh sejumlah kista kecil. Jenis penyakit ini adalah gangguan hormonal yang umum pada wanita usia reproduksi. Hal ini ditandai dengan periode menstruasi yang abnormal dan pertumbuhan rambut yang berlebihan. Jika tidak terdiagnosa pada tahap awal dapat mengakibatkan komplikasi jangka panjang dan berisiko.

9.      Erosi serviks
Erosi serviks adalah kondisi di mana borok terbentuk di daerah leher rahim. Hal ini ditandai dengan bintik-bintik merah dan pink cerah, sekitar pembukaan serviks. Selama awal penyakit, potongan lendir dibuang oleh tubuh. Hal ini kemudian ditindaklanjuti dengan berbagai tingkat tindakan perbaikan.

10.  Cervicitis
Cervicitis adalah peradangan serviks uterus. Kelenjar lendir banyak terbentuk di wilayah ini yang menjaga vagina dilumasi. Meskipun demikian, ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan mikroba dan bakteri lainnya. Dengan demikian, infeksi pada vagina dapat ditularkan ke servik uterus yang pada akhirnya menyebabkan peradangan leher rahim.

11.  Sifilis
Sifilis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Treponema palladium. Infeksi terjadi pada organ kelamin bagian luar. Sifilis dapat berkembang ke tahap sekunder dan tersier yang sulit diamati. Sifilis sekunder menular sedangkan yang tersier tidak menular. Akan tetapi sifilis tersier menimbulkan dapat menimbulkan kerusakan pada otak, jantung, pembuluh darah, hati.

12.  Vulvovaginitis
Vulvovaginitis adalah peradangan pada vulva dan vagina yang sering menimbulkan gejala keputihan (flour albus) yaitu keluarnya cairan putih kehijauan dari vagina. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Gardnertella vaginalis. Dapat pula disebabkan oleh protozoa, misalnya Trichomonas vaginalis atau oleh jamur Candida albicans.

13.  Demam Panas Karena Baru Melahirkan
Demam panas karena baru melahirkan dikenal sebagai demam nifas seperti itu terjadi dalam waktu 10 hari melahirkan atau keguguran. Plasenta baku menjadi sangat rentan terhadap luka dan infeksi setelah pemisahan. Hal ini ditandai dengan demam yang sangat tinggi, dan memerlukan perhatian medis.

14.  AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome)
Acquired berarti diperoleh, Immune Deficiency berarti kekebalan yang rapuh, Syndrome berarti kumpulan gejala yang timbul bersamaan. Jadi, AIDS mempunyai arti menurunnya kekebalan tubuh terhadap penyakit, sehingga pengidap AIDS mudah sekali terserang penyakit yang berbahaya.

B.       TEKNOLOGI YANG BERHUBUNGAN DENGAN SISTEM REPRODUKSI
Untuk membantu mengatasi masalah reproduksi, berbagai pengetahuan tentang teknologi telah berkembang sangat pesat. Teknologi tersebut antara lain:
1.      Intracytoplasmic Sperm Injection
Intracytoplasmic Sperm Injection merupakan terapan teknologi dengan metode dan prosedur yang lebih canggih. Satu sel sperma disuntikkan langsung ke sebuah sel telur. Metode tersebut lebih efektif pada seorang laki-laki yang mempunyai beberapa masalah kesuburan.

2.      Inseminasi Buatan
Inseminasi Buatan merupakan terapan teknologi yang dilakukan dengan cara memasukkan sperma ke dalam vagina oleh seorang ahli kesehatan. Sperma biasanya berasal dari pasangannya (suami). Inseminasi buatan dilakukan terhadap perempuan yang suaminya mempunyai jumlah sperma yang sedikit. Sebuah variasi dari inseminasi buatan adalah penggunaan obat-obatan yang dapat merangsang ovari. Selanjutnya, sperma donor ditempatkan di dalam uterus, dekat vagina.

3.      Bayi Tabung
Bayi Tabung merupakan terapan teknologi biasa dilakukan terhadap perempuan (istri) yang sel telurnya tidak dapat turun ke dalam oviduk. Hal tersebut kemungkinan disebabkan oleh infeksi atau kelainan bawaan sehingga saluran tersebut tersumbat. Pada bayi tabung, proses pembuahan terjadi di luar kandungan, yaitu di dalam cawan laboratorium. Telur yang belum matang diambil dari ovarium dengan suatu alat, kemudian dimatangkan dalam cawan dengan obat penyubur. Selanjutnya, sel telur yang sudah matang direaksikan dengan sperma. Setelah dua sampai empat hari, embrio siap diimplantasi ke rahim.

4.      Pengontrolan Kehamilan
Pengontrolan kehamilan merupakan suatu terapan teknologi untuk mengontrol kehamilan. Pengontrolan kehamilan dapat dilakukan dengan cara menggunakan alat kontrasepsi (alat pencegah kehamilan). Untuk mencegah kehamilan, meski tidak 100% tingkat keberhasilannya, beberapa ibu menggunakan obat-obatan pencegah kehamilan. Reaksi obat tersebut meliputi rintangan mekanis terhadap lintasan sperma. Beberapa jenis spermisida dalam bentuk busa, jeli, atau tablet merupakan bahan kimia yang dapat mematikan sperma.

C.       GAYA HIDUP SEHAT UNTUK MENGHINDARI PENYAKIT PADA SISTEM REPRODUKSI
Banyak yang dapat kita lakukan untuk hidup secara sehat supaya dapat terhindar dari berbagai macam penyakit pada sistem reproduksi. Gaya hidup sehat yang dapat kita lakukan diantaranya:
1.      Kebersihan Pakaian Dalam
Seharusnya dalam sehari, minimal mengganti pakaian dalam sebanyak dua kali untuk menjaga kebersihan. Selain itu, pilihlah bahan celana dalam yang dapat mudah menyerap keringat, karena jika tidak jamur bisa menempel di alat kelamin. Hindari untuk saling bertukar pakaian dalam dengan orang lain bahkan itu keluarga sendiri, karena setiap orang memiliki kondisi kelamin yang berbeda.
2.      Menghindari Menggunakan Celana Dalam dan Celana Jeans yang Ketat
Memakai celana dalam dan celana jeans yang terlalu ketat di wilayah selangkangan dapat menyebabkan kulit susah untuk bernafas dan akhirnya dapat menyebabkan daerah tersebut berkeringat, lembab, mudah terkena jamur dan teriritasi. Pemakaian celana ketat itu bagi pria dapat membuat peredaran darah yang tidak lancar dan membuat penis serta testis dalam keadaan panas. Panas yang berlebihan oleh suhu, keringat dan pakaian yang terlalu ketat, dapat menurunkan kualitas sperma.

3.      Pemakaian Pantyliner
Pemakaian pantyliner tidak dianjurkan digunakan setiap hari, sebaiknya Pantyliner hanya digunakan ketika keputihan. Akan lebih baik jika membawa celana dalam pengganti dari pada menggunakan pantyliner tiap hari.

4.      Membersihkan Alat Kelamin Setelah Buang Air Kecil atau Besar
Usahakan untuk selalu membersihkan bagian luar alat kelamin dengan air dan sabun. Untuk wanita, siramlah dengan air dengan arah depan ke belakang dan bukan sebaliknya. Hal ini untuk mencegah masuknya kuman dari dubur ke vagina. Untuk pria, cukup hanya membersihkan dengan air bersih.

5.      Pemeriksaan Rutin
Usahakan untuk selalu melakukan pemeriksaan rutin pada alat kelamin sangat diperlukan. Bagi pria pemeriksaan testis (buah zakar) dapat dilakukan sendiri, dengan cara:
ü Kenali ukuran, bentuk, serta berat masing-masing testis.
ü Dengan menggunakan kedua belah tangan, raba masing-masing testis.
ü Waspadai jika ada benjolan kecil di bawah kulit, di bagian depan atau sepanjang testis. Jika ada benjolan atau pembengkakan, segera periksakan diri ke dokter.
ü Jika terdapat sesuatu yang tidak seperti biasanya dan tidak terasa nyaman segera konsulultasikan kepada dokter.
ü Jika ada perubahan warna, kadang disertai bau yang kurang sedap dan gatal-gatal pada alat kelamin, segeralah berkonsultasi ke dokter.

6.      Mengganti Pembalut Secara Teratur
Bagi para wanita yang sedang menstruasi atau haid untuk supaya tidak malas mengganti pembalut karena ketika menstruasi kuman-kuman mudah untuk masuk dan pembalut yang telah ada gumpalan darah merupakan tempat berkembangnya jamur dan bakteri. Usahakan untuk mengganti setiap 4 jam sekali, 2-3 kali sehari atau sudah merasa tidak nyaman. Jangan lupa, bersihkan vagina sebelum mengganti pembalut.
7.      Merawat rambut yang Tumbuh di Sekitar Alat Kelamin
Perawatan bulu disarankan untuk dirapikan saja dengan memendekkan, dengan gunting atau dicukur. Namun sebelumnya menggunakan busa sabun terlebih dahulu dan menggunakan alat cukur khusus yang lembut, dan sudah dibersihkan dengan sabun dan air panas. Rambut-rambut tersebut berfungsi untuk kesehatan alat kelamin, yaitu berguna untuk merangsang pertumbuhan bakteri baik yang melawan bakteri jahat serta menghalangi masuknya benda asing kecil ke dalam vagina. Sehingga perlu rajin menjaganya agar tidak menjadi sarang kutu dan jamur.












0 komentar:

Posting Komentar

Rabu, 26 Februari 2014

Kelainan pada Sistem Reproduksi Manusia





A.      KELAINAN PADA SISTEM REPRODUKSI MANUSIA
Kelainan pada sistem reproduksi manusia dapat disebabkab oleh berbagai faktor, yaitu faktor dari luar maupun dari dalam. Yang dari luar misalnya karena masuknya bakteri atau virus. Berikut ini beberapa kelainan yang terjadi pada sistem reproduksi manusia:
1.      Sindrom Premenstrual
Sindrom Premenstrual adalah keadaan dimana terjadi gangguan emosi, lesu, sakit kepala, bengkak pada tungkai, rasa pedih, dan nyeri payudara yang terjadi beberapa hari sebelum menstruasi. Penyebabnya diduga adalah kadar estrogen tinggi, progesterone rendah, gangguan metabolisme karbohidrat, kadar prolaktin tinggi, dan gangguan psikis.

2.      Impotensi
Impotensi adalah ketidakmampuan mempertahankan ereksi penis. Impotensi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain gangguan produksi hormon testosterone, kelainan psikis, penyakit diabetes mellitus, kecanduan alcohol, obat-obatan, dan gangguan sistem saraf.


3.      Amenore
Penyakit ini mengacu pada suatu kondisi di mana seorang individu gagal untuk menstruasi. Ada dua jenis amenorrhea amenore primer dan sekunder. Amenore primer adalah keterlambatan siklus menstruasi abnormal, sedangkan amenore sekunder terjadi pada wanita yang belum mencapai usia premenopause.

4.      Oligomenore
Oligomenore adalah kondisi yang ditandai oleh celah yang berkepanjangan antara dua menstruasi. Biasanya seorang wanita menstruasi setiap 25-30 hari, meskipun dalam oligomenore, perempuan hanya mengalami menstruasi selama 4 sampai 9 kali dalam setahun. Kondisi ini disebabkan karena kekurangan estrogen dan dapat mengakibatkan kemandulan.



5.      Gonorea
Gonorea merupakan penyakit infeksi akut yang menyerang selaput lendir pada uretra, serviks, rectum, sendi, tulang, faring, dan mata. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Gonorea yang ditularkan dari ibu ke anaknya saat kelahiran dapat menyebabkan kebutaan. Bakteri Neisseria mudah bermutasi sehingga resisten terhadap antibiotic. Oleh karena itu, penyakit ini harus segera ditangani. Gejalanya rasa sakit saat buang air kecil dan kelurnya nanah berwarna kuning kehijauan dari uretra.

6.      Endometriosis
Kelainan ini terjadi ketika endometrium yang biasanya di garis rahim tumbuh di tempat lain. Serbuan yang paling umum adalah tuba falopi, jaringan lapisan panggul wanita dan ovarium. Masalah terjadi karena darah biasanya melewati selama menstruasi yang terperangkap dari lapisan pengungsi, dan mengiritasi jaringan sekitarnya.

7.      Prostatis
Prostatis adalah peradangan pada prostat yang sering disertai dengan peradangan uretra. Gejalanya berupa pembengkakan yang dapat menyumbat uretra sehingga timbul rasa nyeri dan sulit buang air kecil.

8.      Sindrom Ovarium polikistik
Sindroma ovarium polikistik (PCOS) mengacu pada kondisi ovarium wanita. Penyakit ini, menyebabkan ovarium membesar dan ditutupi oleh sejumlah kista kecil. Jenis penyakit ini adalah gangguan hormonal yang umum pada wanita usia reproduksi. Hal ini ditandai dengan periode menstruasi yang abnormal dan pertumbuhan rambut yang berlebihan. Jika tidak terdiagnosa pada tahap awal dapat mengakibatkan komplikasi jangka panjang dan berisiko.

9.      Erosi serviks
Erosi serviks adalah kondisi di mana borok terbentuk di daerah leher rahim. Hal ini ditandai dengan bintik-bintik merah dan pink cerah, sekitar pembukaan serviks. Selama awal penyakit, potongan lendir dibuang oleh tubuh. Hal ini kemudian ditindaklanjuti dengan berbagai tingkat tindakan perbaikan.

10.  Cervicitis
Cervicitis adalah peradangan serviks uterus. Kelenjar lendir banyak terbentuk di wilayah ini yang menjaga vagina dilumasi. Meskipun demikian, ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan mikroba dan bakteri lainnya. Dengan demikian, infeksi pada vagina dapat ditularkan ke servik uterus yang pada akhirnya menyebabkan peradangan leher rahim.

11.  Sifilis
Sifilis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Treponema palladium. Infeksi terjadi pada organ kelamin bagian luar. Sifilis dapat berkembang ke tahap sekunder dan tersier yang sulit diamati. Sifilis sekunder menular sedangkan yang tersier tidak menular. Akan tetapi sifilis tersier menimbulkan dapat menimbulkan kerusakan pada otak, jantung, pembuluh darah, hati.

12.  Vulvovaginitis
Vulvovaginitis adalah peradangan pada vulva dan vagina yang sering menimbulkan gejala keputihan (flour albus) yaitu keluarnya cairan putih kehijauan dari vagina. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Gardnertella vaginalis. Dapat pula disebabkan oleh protozoa, misalnya Trichomonas vaginalis atau oleh jamur Candida albicans.

13.  Demam Panas Karena Baru Melahirkan
Demam panas karena baru melahirkan dikenal sebagai demam nifas seperti itu terjadi dalam waktu 10 hari melahirkan atau keguguran. Plasenta baku menjadi sangat rentan terhadap luka dan infeksi setelah pemisahan. Hal ini ditandai dengan demam yang sangat tinggi, dan memerlukan perhatian medis.

14.  AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome)
Acquired berarti diperoleh, Immune Deficiency berarti kekebalan yang rapuh, Syndrome berarti kumpulan gejala yang timbul bersamaan. Jadi, AIDS mempunyai arti menurunnya kekebalan tubuh terhadap penyakit, sehingga pengidap AIDS mudah sekali terserang penyakit yang berbahaya.

B.       TEKNOLOGI YANG BERHUBUNGAN DENGAN SISTEM REPRODUKSI
Untuk membantu mengatasi masalah reproduksi, berbagai pengetahuan tentang teknologi telah berkembang sangat pesat. Teknologi tersebut antara lain:
1.      Intracytoplasmic Sperm Injection
Intracytoplasmic Sperm Injection merupakan terapan teknologi dengan metode dan prosedur yang lebih canggih. Satu sel sperma disuntikkan langsung ke sebuah sel telur. Metode tersebut lebih efektif pada seorang laki-laki yang mempunyai beberapa masalah kesuburan.

2.      Inseminasi Buatan
Inseminasi Buatan merupakan terapan teknologi yang dilakukan dengan cara memasukkan sperma ke dalam vagina oleh seorang ahli kesehatan. Sperma biasanya berasal dari pasangannya (suami). Inseminasi buatan dilakukan terhadap perempuan yang suaminya mempunyai jumlah sperma yang sedikit. Sebuah variasi dari inseminasi buatan adalah penggunaan obat-obatan yang dapat merangsang ovari. Selanjutnya, sperma donor ditempatkan di dalam uterus, dekat vagina.

3.      Bayi Tabung
Bayi Tabung merupakan terapan teknologi biasa dilakukan terhadap perempuan (istri) yang sel telurnya tidak dapat turun ke dalam oviduk. Hal tersebut kemungkinan disebabkan oleh infeksi atau kelainan bawaan sehingga saluran tersebut tersumbat. Pada bayi tabung, proses pembuahan terjadi di luar kandungan, yaitu di dalam cawan laboratorium. Telur yang belum matang diambil dari ovarium dengan suatu alat, kemudian dimatangkan dalam cawan dengan obat penyubur. Selanjutnya, sel telur yang sudah matang direaksikan dengan sperma. Setelah dua sampai empat hari, embrio siap diimplantasi ke rahim.

4.      Pengontrolan Kehamilan
Pengontrolan kehamilan merupakan suatu terapan teknologi untuk mengontrol kehamilan. Pengontrolan kehamilan dapat dilakukan dengan cara menggunakan alat kontrasepsi (alat pencegah kehamilan). Untuk mencegah kehamilan, meski tidak 100% tingkat keberhasilannya, beberapa ibu menggunakan obat-obatan pencegah kehamilan. Reaksi obat tersebut meliputi rintangan mekanis terhadap lintasan sperma. Beberapa jenis spermisida dalam bentuk busa, jeli, atau tablet merupakan bahan kimia yang dapat mematikan sperma.

C.       GAYA HIDUP SEHAT UNTUK MENGHINDARI PENYAKIT PADA SISTEM REPRODUKSI
Banyak yang dapat kita lakukan untuk hidup secara sehat supaya dapat terhindar dari berbagai macam penyakit pada sistem reproduksi. Gaya hidup sehat yang dapat kita lakukan diantaranya:
1.      Kebersihan Pakaian Dalam
Seharusnya dalam sehari, minimal mengganti pakaian dalam sebanyak dua kali untuk menjaga kebersihan. Selain itu, pilihlah bahan celana dalam yang dapat mudah menyerap keringat, karena jika tidak jamur bisa menempel di alat kelamin. Hindari untuk saling bertukar pakaian dalam dengan orang lain bahkan itu keluarga sendiri, karena setiap orang memiliki kondisi kelamin yang berbeda.
2.      Menghindari Menggunakan Celana Dalam dan Celana Jeans yang Ketat
Memakai celana dalam dan celana jeans yang terlalu ketat di wilayah selangkangan dapat menyebabkan kulit susah untuk bernafas dan akhirnya dapat menyebabkan daerah tersebut berkeringat, lembab, mudah terkena jamur dan teriritasi. Pemakaian celana ketat itu bagi pria dapat membuat peredaran darah yang tidak lancar dan membuat penis serta testis dalam keadaan panas. Panas yang berlebihan oleh suhu, keringat dan pakaian yang terlalu ketat, dapat menurunkan kualitas sperma.

3.      Pemakaian Pantyliner
Pemakaian pantyliner tidak dianjurkan digunakan setiap hari, sebaiknya Pantyliner hanya digunakan ketika keputihan. Akan lebih baik jika membawa celana dalam pengganti dari pada menggunakan pantyliner tiap hari.

4.      Membersihkan Alat Kelamin Setelah Buang Air Kecil atau Besar
Usahakan untuk selalu membersihkan bagian luar alat kelamin dengan air dan sabun. Untuk wanita, siramlah dengan air dengan arah depan ke belakang dan bukan sebaliknya. Hal ini untuk mencegah masuknya kuman dari dubur ke vagina. Untuk pria, cukup hanya membersihkan dengan air bersih.

5.      Pemeriksaan Rutin
Usahakan untuk selalu melakukan pemeriksaan rutin pada alat kelamin sangat diperlukan. Bagi pria pemeriksaan testis (buah zakar) dapat dilakukan sendiri, dengan cara:
ü Kenali ukuran, bentuk, serta berat masing-masing testis.
ü Dengan menggunakan kedua belah tangan, raba masing-masing testis.
ü Waspadai jika ada benjolan kecil di bawah kulit, di bagian depan atau sepanjang testis. Jika ada benjolan atau pembengkakan, segera periksakan diri ke dokter.
ü Jika terdapat sesuatu yang tidak seperti biasanya dan tidak terasa nyaman segera konsulultasikan kepada dokter.
ü Jika ada perubahan warna, kadang disertai bau yang kurang sedap dan gatal-gatal pada alat kelamin, segeralah berkonsultasi ke dokter.

6.      Mengganti Pembalut Secara Teratur
Bagi para wanita yang sedang menstruasi atau haid untuk supaya tidak malas mengganti pembalut karena ketika menstruasi kuman-kuman mudah untuk masuk dan pembalut yang telah ada gumpalan darah merupakan tempat berkembangnya jamur dan bakteri. Usahakan untuk mengganti setiap 4 jam sekali, 2-3 kali sehari atau sudah merasa tidak nyaman. Jangan lupa, bersihkan vagina sebelum mengganti pembalut.
7.      Merawat rambut yang Tumbuh di Sekitar Alat Kelamin
Perawatan bulu disarankan untuk dirapikan saja dengan memendekkan, dengan gunting atau dicukur. Namun sebelumnya menggunakan busa sabun terlebih dahulu dan menggunakan alat cukur khusus yang lembut, dan sudah dibersihkan dengan sabun dan air panas. Rambut-rambut tersebut berfungsi untuk kesehatan alat kelamin, yaitu berguna untuk merangsang pertumbuhan bakteri baik yang melawan bakteri jahat serta menghalangi masuknya benda asing kecil ke dalam vagina. Sehingga perlu rajin menjaganya agar tidak menjadi sarang kutu dan jamur.












Tidak ada komentar:

Posting Komentar